Update Selamat Datang di Kordinasi News - Media Informasi Terpercaya.

Bimtek Pemutakhiran Data Pemilih Pilkades Satria Jaya 2026, Panitia Libatkan Seluruh Unsur Masyarakat

D
Deden Sobari
14 June 2026

Kordinasi.id |BEKASI – Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Satria Jaya, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemutakhiran Data Pemilih bagi petugas pemutakhiran data pemilih (Pantarlih), Minggu (14/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam rangkaian pelaksanaan Pilkades Satria Jaya Tahun 2026 guna memastikan seluruh warga yang memiliki hak pilih dapat terdata dengan baik dan akurat.

Acara yang berlangsung di lingkungan Desa Satria Jaya itu dipimpin langsung oleh Ketua Panitia Pilkades, Mujahidin, serta dihadiri oleh unsur Babinsa, Bhabinkamtibmas, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), para Ketua RT dan RW, seluruh Kepala Dusun (Kadus), perangkat desa, serta tokoh masyarakat dari berbagai wilayah di Desa Satria Jaya.

Dalam sambutannya, Mujahidin menegaskan bahwa pemutakhiran data pemilih merupakan tahapan yang sangat menentukan kualitas penyelenggaraan Pilkades. Menurutnya, daftar pemilih yang akurat akan menjadi fondasi utama bagi terselenggaranya pemilihan kepala desa yang demokratis, jujur, adil, dan dapat diterima oleh seluruh masyarakat.

“Melalui kegiatan ini kami ingin memastikan bahwa seluruh petugas memahami tugas dan tanggung jawabnya dalam melakukan pendataan warga. Jangan sampai ada warga yang sudah memenuhi syarat tetapi tidak masuk daftar pemilih, atau sebaliknya terdapat data yang tidak lagi sesuai dengan kondisi di lapangan,” ujar Mujahidin di hadapan peserta bimtek.

Ia menjelaskan bahwa petugas Pantarlih nantinya akan melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) secara langsung ke rumah-rumah warga. Proses tersebut bertujuan untuk memastikan data kependudukan sesuai dengan kondisi sebenarnya, termasuk memverifikasi warga yang telah berusia 17 tahun atau sudah menikah, warga yang pindah domisili, warga yang meninggal dunia, maupun penduduk baru yang telah memenuhi syarat sebagai pemilih.

Mujahidin juga meminta seluruh Ketua RT, RW, dan Kepala Dusun untuk aktif membantu petugas selama proses pendataan berlangsung. Dukungan dari aparatur kewilayahan dinilai sangat penting karena mereka merupakan pihak yang paling memahami kondisi dan perkembangan jumlah penduduk di wilayah masing-masing.

“Kami berharap seluruh elemen masyarakat dapat bekerja sama. RT, RW, Kadus, dan tokoh masyarakat memiliki peran penting untuk memberikan informasi yang akurat kepada petugas sehingga data pemilih yang dihasilkan benar-benar valid,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan penjelasan mengenai mekanisme pendataan, tata cara pengisian formulir, prosedur verifikasi data, hingga teknis pelaporan hasil pemutakhiran data pemilih. Panitia juga menekankan pentingnya menjaga netralitas selama proses pendataan agar tidak menimbulkan polemik maupun persepsi keberpihakan kepada calon tertentu.

Sementara itu, kehadiran unsur Babinsa dan Bhabinkamtibmas dalam kegiatan tersebut menunjukkan dukungan aparat keamanan terhadap seluruh tahapan Pilkades. Keduanya mengingatkan pentingnya menjaga kondusivitas lingkungan serta mengedepankan komunikasi dan koordinasi apabila ditemukan kendala di lapangan.

Selain untuk menyusun daftar pemilih sementara dan daftar pemilih tetap, pemutakhiran data juga menjadi upaya untuk meminimalisir potensi permasalahan yang kerap muncul dalam pelaksanaan pemilihan, seperti data ganda, pemilih tidak memenuhi syarat, maupun warga yang memiliki hak pilih tetapi belum terdaftar.

Panitia Pilkades Satria Jaya menargetkan seluruh proses pendataan dapat berjalan secara menyeluruh dan transparan dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat. Dengan demikian, setiap warga yang memiliki hak konstitusional untuk memilih dapat terakomodasi dalam daftar pemilih Pilkades Tahun 2026.

Melalui pelaksanaan Bimbingan Teknis Pemutakhiran Data Pemilih ini, Panitia Pilkades Satria Jaya berharap seluruh petugas Pantarlih memiliki pemahaman yang sama dalam menjalankan tugasnya. Hasil pendataan yang akurat diharapkan dapat menjadi dasar kuat bagi penyelenggaraan Pilkades yang berkualitas, demokratis, serta mampu melahirkan pemimpin desa yang memperoleh legitimasi penuh dari masyarakat.

Bagikan Berita Ini:
Tags:

Berita Terkait