Update Selamat Datang di Kordinasi News - Media Informasi Terpercaya.

Lebaran anak Yatim 1448 H di Gedung Juang, Camat Tambun Selatan Soroti Rumitnya Perizinan Penggunaan Gedung Rakyat

D
Deden Sobari
26 June 2026

Kordinasi.id |Kabupaten Bekasi – Kegiatan Lebaran Anak Yatim 1448 H bertajuk “Nyok Bikin Yatim Bahagia” yang digelar di Gedung Juang, Tambun Selatan, Jumat (26/6/2026), tidak hanya menjadi ajang berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim. Acara yang diikuti sekitar 15 perguruan seni bela diri dari Kota dan Kabupaten Bekasi itu juga menjadi panggung kritik terhadap kebijakan pemanfaatan Gedung Juang yang dinilai semakin jauh dari fungsinya sebagai fasilitas publik.

Puncak acara dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (27/6/2026) dan akan dihadiri Penjabat Bupati Bekasi, dr. Asep Suryaadmaja.

Di hadapan para tamu undangan, Camat Tambun Selatan Sopian Hadi secara terbuka mengungkapkan keluhan terkait rumitnya proses perizinan penggunaan Gedung Juang.

«”Kalau mau menggunakan Gedung Juang izinnya ribet, bahkan terkesan berbelit-belit. Untuk upacara tidak diperbolehkan, digunakan kegiatan Pramuka pun harus membayar. Sementara setiap kegiatan dibatasi hanya sampai pukul 19.00 WIB. Padahal kegiatan seni dan budaya membutuhkan waktu yang lebih panjang,” tegasnya.»

Pernyataan tersebut menjadi sorotan karena Gedung Juang merupakan aset bersejarah milik pemerintah yang selama ini dikenal sebagai ruang publik bagi masyarakat. Namun dalam praktiknya, berbagai komunitas mengaku kesulitan memanfaatkan gedung tersebut akibat aturan yang dinilai terlalu kaku.

Sopian Hadi berharap pemerintah daerah melakukan evaluasi terhadap mekanisme perizinan agar Gedung Juang benar-benar kembali kepada fungsinya.

«”Ini gedung rakyat, dari rakyat dan untuk rakyat. Jangan sampai masyarakat justru dipersulit untuk memanfaatkannya. Kami berharap ke depan setiap kegiatan sosial, pendidikan, seni, budaya, maupun kepemudaan mendapat kemudahan dan difasilitasi dengan baik,” ujarnya.»

Kritik tersebut mendapat perhatian dari para pegiat seni dan budaya yang hadir. Mereka menilai Gedung Juang seharusnya menjadi pusat aktivitas masyarakat, bukan menjadi fasilitas yang sulit diakses akibat birokrasi yang berbelit. Apalagi, kegiatan “Nyok Bikin Yatim Bahagia” mengusung nilai sosial, budaya, dan kemanusiaan yang bertujuan membahagiakan anak-anak yatim sekaligus melestarikan warisan budaya Bekasi.

Bagikan Berita Ini:
Tags:

Berita Terkait