Tanggapi Isu Pergantian Ketua KOJAS, Wahyu Gusnanda Pilih Jaga Marwah Organisasi dan Persaudaraan

Kordinasi.id |BEKASI – Isu reshuffle kepengurusan Komunitas Jurnalis Bekasi (KOJAS) yang beredar di kalangan insan pers mendapat tanggapan langsung dari Wahyu Gusnanda P., atau yang akrab disapa Arab. Menanggapi kabar yang menyebut dirinya tidak lagi menjabat sebagai Ketua KOJAS, Arab memilih bersikap tenang dan mengedepankan etika organisasi serta semangat persaudaraan.
Dalam keterangannya pada Senin (3/8/2026), Arab menegaskan bahwa dinamika dalam sebuah organisasi merupakan hal yang wajar selama berjalan sesuai mekanisme yang berlaku. Ia mengaku menghormati setiap keputusan yang diambil dan tidak ingin persoalan tersebut berkembang menjadi perdebatan yang dapat merusak soliditas organisasi.
«”Saya menghormati setiap dinamika organisasi. Perubahan kepengurusan merupakan bagian dari proses yang harus dihargai. Saya memilih tetap menjaga silaturahmi dan menghormati semua pihak,” ujar Arab.»
Selama mendapat amanah memimpin KOJAS, Arab mengaku bersama seluruh jajaran pengurus telah berupaya membangun organisasi yang profesional, independen, serta menjadi wadah pemersatu bagi insan pers, khususnya di Kota Bekasi.
Ia menilai berbagai program dan capaian yang telah diraih KOJAS bukanlah hasil kerja individu, melainkan buah dari kebersamaan seluruh pengurus dan anggota. Karena itu, ia berharap dinamika yang terjadi tidak menghilangkan semangat persatuan yang selama ini telah dibangun.
Arab juga menegaskan bahwa dirinya kini sudah tidak lagi menjabat sebagai Ketua KOJAS. Meski demikian, ia menerima keadaan tersebut dengan lapang dada dan tetap menghormati seluruh proses organisasi.
«”Pada prinsipnya saya sudah tidak lagi menjabat sebagai Ketua KOJAS. Apa pun dinamika yang terjadi, saya menghormati proses organisasi. Saya tidak ingin persoalan ini menjadi polemik berkepanjangan karena yang terpenting adalah menjaga persaudaraan, silaturahmi, dan marwah organisasi,” tegasnya.»
Menurutnya, jabatan hanyalah sebuah amanah yang memiliki batas waktu. Yang lebih penting adalah menjaga hubungan baik, komunikasi, dan integritas agar organisasi tetap menjadi rumah bersama bagi seluruh anggotanya.
«”Jabatan adalah amanah yang ada masanya. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana silaturahmi tetap terjaga, komunikasi tetap baik, dan kita semua terus memberikan kontribusi positif bagi dunia jurnalistik, khususnya di Kota Bekasi,” katanya.»
Pada kesempatan itu, Arab juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus, anggota, serta rekan-rekan media yang selama ini telah bersama-sama membesarkan KOJAS.
«”Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus, anggota, dan rekan-rekan media yang telah bersama-sama membangun KOJAS. Apa pun dinamika yang terjadi, saya berharap silaturahmi tetap terjaga,” ucapnya.»
Di akhir pernyataannya, Arab menyampaikan ucapan selamat kepada kepengurusan KOJAS yang baru. Ia berharap organisasi tersebut semakin berkembang menjadi organisasi yang solid, profesional, independen, dan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi insan pers maupun masyarakat.
«”Saya mengucapkan selamat kepada kepengurusan yang baru. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan, kesehatan, kekuatan, kebijaksanaan, dan keberkahan dalam mengemban amanah. Semoga KOJAS semakin maju, solid, profesional, independen, serta mampu menjadi rumah besar yang mempersatukan insan pers dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” tutup Arab.»
Pernyataan tersebut menjadi penegasan sikap Arab dalam menyikapi pergantian kepengurusan KOJAS. Ia berharap seluruh insan pers tetap mengedepankan profesionalisme, menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik, serta menjaga persatuan demi memperkuat peran pers sebagai salah satu pilar demokrasi.