Update Selamat Datang di Kordinasi News - Media Informasi Terpercaya.

Dana Swadaya Petani Habis, Normalisasi SS Kalen Kendal Baru 2 Kilometer

D
Deden Sobari
• 24 August 2026

Kordinasi.id |BEKASI – Normalisasi Saluran Sekunder (SS) Kalen Kendal yang memiliki panjang sekitar 7,5 kilometer menjadi perhatian para petani. Saluran ini memiliki peran penting dalam mengairi lahan pertanian di enam desa yang berada di empat kecamatan di Kabupaten Bekasi.

Enam desa yang mendapatkan manfaat pengairan dari SS Kalen Kendal tersebut meliputi Desa Muktiwari, Kecamatan Cibitung; Desa Sukamaju, Kecamatan Tambelang; Desa Srimahi, Kecamatan Tambun Utara; serta Desa Sukadaya, Desa Sukamekar dan Desa Sukatenang, Kecamatan Sukawangi.

Alhamdulillah, Pemerintah Kabupaten Bekasi telah membantu dengan meminjamkan alat berat berupa beko untuk pelaksanaan normalisasi. Bantuan tersebut tidak terlepas dari usaha dan perjuangan Kadus Kilay yang mendorong agar kondisi saluran mendapat perhatian pemerintah.

Namun, persoalan biaya operasional masih menjadi kendala. Biaya solar, gaji operator beko, serta keamanan yang menjaga alat berat selama pekerjaan berlangsung masih ditanggung para petani melalui swadaya atau patungan.

Mirisnya, dana swadaya para petani tersebut kini telah habis. Sementara dari total panjang saluran sekitar 7,5 kilometer, normalisasi baru terealisasi kurang lebih 2 kilometer. Artinya, masih tersisa sekitar 5,5 kilometer yang membutuhkan penanganan.

Kondisi tersebut membuat para petani khawatir proses normalisasi akan terhenti. Padahal, keberadaan SS Kalen Kendal sangat vital karena mengairi areal pertanian yang tersebar di enam desa.

Para petani pun memohon perhatian Bupati Bekasi dr. Asep Surya Admaja dan Gubernur Jawa Barat Dedy Mulyadi agar dapat memberikan bantuan biaya operasional, khususnya untuk kebutuhan solar, operator alat berat dan pengamanan hingga proses normalisasi selesai.

Para petani mengapresiasi bantuan Pemkab Bekasi yang telah meminjamkan alat berat. Namun, menurut mereka, bantuan alat berat perlu didukung biaya operasional agar pekerjaan dapat terus berjalan hingga seluruh saluran selesai dinormalisasi.

Petani berharap pemerintah hadir secara nyata dan tidak membiarkan normalisasi terhenti di tengah jalan. Sebab, SS Kalen Kendal bukan hanya mengairi satu wilayah, tetapi menjadi sumber pengairan pertanian bagi enam desa yang tersebar di empat kecamatan.

Dengan selesainya normalisasi sepanjang 7,5 kilometer, para petani berharap aliran air kembali lancar, lahan pertanian mendapatkan pengairan yang optimal, dan hasil pertanian masyarakat dapat meningkat.

Bagikan Berita Ini:
Tags:

Berita Terkait