Bekasi Gali Potensi Desa Wisata Sukahurip, Siap Tampil di Lomba GKSTTB Tingkat Nasional

Kordinasi.id | Bekasi — Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Tim Penggerak PKK terus mendorong penguatan potensi desa berbasis kesehatan, ketangguhan bencana, dan kearifan lokal. Salah satu langkah konkret dilakukan melalui pelatihan dan monitoring Gerakan Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana (GKSTTB) di Desa Sukahurip, Senin (27/4/2026).
Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada kesiapan administrasi lomba, tetapi juga menggali potensi unggulan desa, di antaranya pengembangan wisata Candi Jagat Nata Pasundan serta program pelestarian burung hantu sebagai bagian dari ekosistem lingkungan dan pertanian berkelanjutan.
Pembinaan tersebut merupakan bagian dari persiapan Kabupaten Bekasi yang terpilih mewakili Provinsi Jawa Barat dalam lomba GKSTTB tingkat nasional. Program ini menjadi indikator penting dalam menilai kesiapan masyarakat dalam menghadapi risiko bencana berbasis keluarga dan komunitas.
Sekretaris PKK Kabupaten Bekasi, Tri Handayani, menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas daerah sekaligus memastikan kesiapan seluruh elemen dalam menghadapi penilaian tingkat nasional.
“Pembinaan dan monitoring ini merupakan bagian dari persiapan lomba tingkat nasional. Kabupaten Bekasi dipercaya mewakili Jawa Barat, sehingga seluruh aspek harus dipersiapkan secara optimal,” ujarnya.
Menurutnya, pendekatan GKSTTB tidak hanya menitikberatkan pada aspek kesehatan, tetapi juga integrasi antara ketahanan keluarga, kesiapsiagaan bencana, serta penguatan potensi lokal yang dapat mendukung kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Desa Sukahurip, H. Aan Kurniawan, menyatakan kesiapan penuh desanya dalam mengikuti ajang tersebut. Ia memastikan seluruh dokumen administrasi dan aspek teknis akan dipenuhi sesuai ketentuan.
“Kami siap melengkapi seluruh berkas administrasi yang dibutuhkan. Dengan kekompakan tim, kami optimis dapat memberikan hasil terbaik,” ungkapnya di hadapan peserta pembinaan.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Tim PKK Kabupaten Bekasi, Ketua PKK Kecamatan Sukatani, kader PKK dan Posyandu Desa Sukahurip, serta perwakilan puskesmas setempat. Sinergi lintas sektor ini menjadi kunci dalam membangun desa yang sehat, tangguh, dan mandiri.
Lebih jauh, terkait pengembangan potensi desa wisata dan pelestarian lingkungan, Pemerintah Desa Sukahurip telah menetapkan kebijakan melalui Peraturan Desa (Perdes). Regulasi ini menjadi landasan dalam menjaga keberlanjutan program sekaligus mendorong pengelolaan potensi desa secara terarah.
Pengembangan wisata berbasis budaya dan lingkungan, seperti Candi Jagat Nata Pasundan dan konservasi burung hantu, dinilai tidak hanya meningkatkan daya tarik desa, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.
Dengan kombinasi antara kesiapan program GKSTTB dan penguatan potensi lokal, Desa Sukahurip diharapkan mampu menjadi perwakilan Kabupaten Bekasi yang unggul di tingkat nasional, sekaligus menjadi model pengembangan desa sehat dan tangguh berbasis kearifan lokal. #Laporan : Yahya Suhara, Editor : Tim Redaksi Kordinasi.id