Update Selamat Datang di Kordinasi News - Media Informasi Terpercaya.

Jelang Iduladha, Juleha Kabupaten Bekasi Tingkatkan Kompetensi Juru Sembelih Lewat Madrasah Asah Bilah

D
Deden Sobari
16 May 2026

Kordinasi.id |BEKASI — Menyambut Hari Raya Iduladha, komunitas Juru Sembelih Halal (Juleha) Kabupaten Bekasi kembali menggelar kegiatan “Madrasah Asah Bilah” sebagai upaya meningkatkan kualitas dan profesionalisme para juru sembelih halal di tengah masyarakat. Kegiatan yang berlangsung di Masjid Jami Zam Zam, Kebalen, Babelan, Kabupaten Bekasi itu menjadi wadah edukasi sekaligus pelatihan teknis bagi panitia kurban, takmir masjid, serta masyarakat umum.

Dalam kegiatan tersebut, peserta dibekali pemahaman mengenai standar penyembelihan hewan kurban sesuai syariat Islam, mulai dari aspek fiqih, keselamatan kerja, higiene sanitasi, hingga teknik pengasahan bilah pisau yang benar dan manusiawi terhadap hewan.

Pengurus Juleha Kabupaten Bekasi, Taufiq Rachman S.Pd menjelaskan, terdapat empat rukun utama dalam penyembelihan hewan kurban, yakni proses penyembelihan, orang yang menyembelih, hewan yang disembelih, serta alat sembelih yang digunakan. Keempat unsur tersebut harus dipenuhi agar proses penyembelihan memenuhi ketentuan syariat dan menghasilkan daging yang halal serta layak konsumsi.

“Seorang Juleha tidak hanya dituntut mampu menyembelih, tetapi juga harus memahami ilmu penyembelihan halal dan menjalankan ibadah dengan baik,” ujar Taufiq Rachman didampingi Indra Gunawan selaku Humas Media dan Publikasi, Sabtu (15/6/2024).

Selain pemahaman syariat, aspek keselamatan kerja juga menjadi perhatian penting dalam pelatihan tersebut. Para peserta diberikan edukasi mengenai penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) selama proses penyembelihan berlangsung guna meminimalisasi risiko kecelakaan kerja di lapangan.

Menurut Taufiq, perlengkapan seperti sepatu bot pelindung, sarung tangan baja, apron, hingga kacamata pengaman menjadi standar penting yang perlu diterapkan para juru sembelih.

“APD sangat penting ketika bekerja di lapangan. Selain menjaga keselamatan pekerja, hal itu juga menjadi bagian dari standar kerja yang profesional,” katanya.

Tidak hanya itu, peserta juga mendapatkan materi mengenai standar higiene dan sanitasi dalam proses penyembelihan. Kebersihan alat, lingkungan penyembelihan, hingga kebersihan pribadi menjadi faktor penting guna menjaga kualitas daging kurban tetap higienis dan sesuai standar halal.

Sementara pada sesi praktik asah bilah, materi dipandu langsung oleh Syahrulloh S.Pd bersama Hendro. Dalam pemaparannya, Syahrulloh yang akrab disapa Baba Arul menegaskan bahwa ketajaman pisau memiliki peran vital dalam proses penyembelihan hewan kurban.

Menurutnya, bilah pisau yang tajam bukan sekadar menunjang kelancaran teknis penyembelihan, tetapi juga merupakan bagian dari tuntunan syariat Islam agar hewan tidak mengalami penderitaan berlebihan.

“Mengasah bilah bukan hanya soal menajamkan besi, tetapi juga mengasah tanggung jawab dan keikhlasan seorang juru sembelih terhadap amanah yang dijalankan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Madrasah Asah Bilah merupakan program berkelanjutan yang kembali digelar setelah mendapatkan respons positif pada pelaksanaan sebelumnya. Tahun ini, pelatihan kembali dihadirkan guna memperluas pemahaman masyarakat terkait standar ketajaman alat sembelih sesuai kaidah syariat dan standar profesional.

Dalam pelatihan tersebut, peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga praktik langsung teknik pengasahan bilah dengan pendampingan mentor berpengalaman dari Juleha Kabupaten Bekasi.

Menariknya, proses evaluasi hasil asahan turut memanfaatkan teknologi modern seperti microscope automatic untuk melihat struktur mata pisau serta alat digital pengukur tingkat ketajaman bilah.

“Ketajaman pisau memiliki standar tersendiri dan tidak bisa ditentukan secara sembarangan. Karena itu peserta dibekali pemahaman teori sekaligus praktik agar benar-benar memahami standar yang baik dan benar,” tandasnya.

Bagikan Berita Ini:
Tags:

Berita Terkait