Hangatnya Lebaran di Pengungsian : Yayasan Emak-Emak Penyayang Dhuafa Dampingi Korban Banjir Bandang Aceh

Kordinasi.id – Di tengah suasana duka akibat bencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, secercah harapan dan kehangatan hadir dari rombongan relawan Yayasan Emak-Emak Penyayang Dhuafa Kabupaten Bekasi.
Dipimpin langsung oleh penggagasnya, Irmanovita Sanusi, yayasan tersebut turun langsung ke lokasi pengungsian untuk mendampingi para korban, menghadirkan tidak hanya bantuan materi, tetapi juga perhatian dan kasih sayang.
“Kami ingin mereka tetap merasakan suasana Lebaran, meskipun dalam kondisi sulit,” ujar Irma saat dihubungi wartawan Kordinasi.id melalui sambungan telepon, Senin (16/3/2026).
Sejak tiba di Aceh pada 7 Maret 2026, tim relawan langsung bergerak melaksanakan berbagai kegiatan sosial, di antaranya: Buka puasa bersama para pengungsi, Pemeriksaan kesehatan dan Pendampingan psikologis (trauma healing), khususnya bagi anak-anak
Kegiatan ini menjadi sangat berarti, terutama bagi anak-anak yang terdampak bencana dan membutuhkan dukungan emosional.
“Kami ingin mereka tidak merasa sendiri. Ada yang menemani, ada yang peduli,” ungkap Irma.
Tak hanya fokus pada bantuan dasar, tim juga berupaya menghadirkan suasana Lebaran yang hangat bagi para pengungsi.
Mereka menyiapkan hidangan khas seperti opor ayam dan sambal goreng, agar para korban tetap bisa merasakan kebahagiaan Idulfitri seperti masyarakat lainnya.
“Walaupun di pengungsian, kami ingin mereka merasakan bahwa Lebaran itu tetap sama. Kita ada temannya, kita tidak sendiri,” tambah Irma.
Rencananya, tim akan berada di Aceh hingga 25 Maret 2026, agar dapat membersamai para korban hingga momen Lebaran.
Irma menjelaskan bahwa kegiatan sosial ini bukan hal baru. Yayasan yang ia rintis telah berjalan hampir satu dekade.
Awalnya, kegiatan dimulai dari program sederhana seperti Jumat Berkah, berupa pembagian nasi bungkus dan sembako kepada masyarakat yang membutuhkan.
Sasaran seperti Warga pinggiran, Masyarakat di sekitar rel kereta api dan Kampung-kampung terpencil
“Dari yang kecil, alhamdulillah sekarang bisa menjangkau lebih luas, termasuk daerah bencana,” jelasnya.
Dalam menjalankan aksinya, Irma mengandalkan dukungan dari masyarakat luas yang ingin berbagi melalui yayasannya.
Namun, ia juga tak menampik bahwa terkadang harus menggunakan dana pribadi.
“Alhamdulillah, suami sangat support. Kalau ada kekurangan, beliau juga ikut membantu menutupinya,” ujarnya sambil tersenyum.
Terkait transparansi, Irma menyampaikan bahwa laporan kepada donatur dilakukan secara sederhana namun terbuka.
“Kita sampaikan apa adanya, ada dana sekian, kita belikan ini, kita dokumentasikan, lalu kita kirim ke donatur. Alhamdulillah mereka percaya,” jelasnya.
Di balik semua kegiatan tersebut, Irma menyimpan harapan besar.
Ia berharap setiap langkah kebaikan yang dilakukan dapat membawa keberkahan, baik bagi dirinya, keluarga, maupun para donatur.
“Semoga Allah berkahi rezeki kita semua, diberikan kesehatan, dan anak-anak kita dijauhkan dari masalah. InsyaAllah,” tuturnya.
Laporan: Yahya Suhara
Editor: Tim Redaksi Kordinasi.id