Hj. Tuti Elawati Maju Pilkades Lambangsari, Usung Semangat Perubahan Lewat Sinergi Membangun Desa

Kordinasi. Id |BEKASI, Peta persaingan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Lambangsari periode 2026–2034 kian menarik. Senin (3/8/2026), Hj. Tuti Elawati secara resmi menyerahkan berkas pendaftarannya kepada Panitia Pilkades di Kantor Desa Lambangsari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.
Proses pendaftaran berlangsung lancar dan tertib. Kehadiran Hj. Tuti sekaligus menambah warna dalam kontestasi yang akan menentukan arah kepemimpinan Desa Lambangsari untuk delapan tahun ke depan.
Bagi Hj. Tuti, langkahnya kembali maju bukan sekadar mengikuti pesta demokrasi desa. Ia mengaku masih memiliki tekad kuat untuk melanjutkan pengabdian sekaligus menghadirkan perubahan yang benar-benar dapat dirasakan masyarakat.
“Masih banyak yang bisa kita kerjakan bersama. Pelayanan publik harus semakin baik, pembangunan harus terus berjalan, dan program pemberdayaan masyarakat harus benar-benar menjawab kebutuhan warga,” ujarnya.
Mantan Ketua BPD Lambangsari itu berpandangan bahwa membangun desa bukan pekerjaan satu orang. Seorang kepala desa, menurutnya, hanya akan berhasil apabila mampu merangkul seluruh unsur masyarakat untuk bergerak bersama.
Ia menilai komunikasi yang sehat antara pemerintah desa, BPD, RT/RW, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, hingga lembaga kemasyarakatan menjadi fondasi penting agar setiap kebijakan tidak hanya menjadi program di atas kertas, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi warga.
“Desa akan maju kalau semua mau duduk bersama, saling mendengar, dan bekerja sesuai tugas masing-masing. Ketika komunikasi berjalan baik, persoalan apa pun akan lebih mudah diselesaikan,” katanya.
Hj. Tuti juga menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pemerintahan desa yang terbuka, mengutamakan musyawarah, serta menjadikan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama dalam setiap kebijakan.
Menurutnya, kepercayaan masyarakat merupakan modal terbesar dalam membangun desa. Karena itu, transparansi, kolaborasi, dan sinergi harus menjadi budaya yang terus dijaga agar pembangunan berjalan berkesinambungan dan hasilnya dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.
Menutup keterangannya, Hj. Tuti mengajak seluruh masyarakat menjadikan Pilkades sebagai ajang adu gagasan, bukan ajang memecah persaudaraan.
“Perbedaan pilihan adalah bagian dari demokrasi. Mari kita jaga persatuan, saling menghormati, dan bersama-sama menyukseskan Pilkades yang aman, damai, serta bermartabat. Siapa pun yang nantinya mendapat amanah dari masyarakat, tujuan kita tetap satu, yaitu membawa Desa Lambangsari menjadi desa yang semakin maju, harmonis, dan sejahtera,” pungkasnya. (AG)