Jelang Pilkades Serentak, KH Mamun Nawawi Mahfud Ajak Masyarakat Jaga Persaudaraan Meski Beda Pilihan Politik

Kordinasi.id | Bekasi — Memasuki tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Kabupaten Bekasi yang diselenggarakan berlangsung pada bulan September 2026, tokoh agama Kabupaten Bekasi, KH. Mamun Nawawi Mahfud , mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga persatuan dan tidak membiarkan perbedaan pilihan politik merusak ukhuwah serta hubungan kekeluargaan.
.
Pesan tersebut disampaikan KH. Mamun Nawawi Mahfud usai menunaikan Sholat Jumat di Masjid Al Wathoniyah, Kampung Bulak Temu, Desa Sukabudi, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, Jumat (26/6/2026).
Dalam tausiyahnya, KH. Mamun mengingatkan bahwa perbedaan pilihan politik merupakan hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Namun menurutnya, perbedaan tersebut tidak dapat berubah menjadi kebencian yang dapat menghilangkan pahala amal kebaikan seseorang.
“Silakan berbeda pilihan politik, tapi jangan sampai di dalam hati kita tumbuh rasa benci kepada seseorang. Kebencian yang dipelihara dapat menghapus pahala-pahala kebaikan yang selama ini kita lakukan,” pesannya di hadapan jamaah.
Ia menilai suasana politik menjelang Pilkades sering kali memunculkan berbagai dinamika di tengah masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat diminta lebih bijak menyikapi berbagai informasi maupun ajakan yang beredar, terutama melalui media sosial.
Menurutnya, penyebaran informasi yang bersifat provokatif, fitnah, maupun kebencian berpotensi memecah belah persaudaraan yang selama ini telah terjalin erat di lingkungan masyarakat desa.
“Jangan mudah terpancing oleh narasi yang memecah belah. Mari kita jaga kerukunan, karena setelah Pilkades selesai kita tetap hidup berdampingan sebagai saudara,” ujarnya.
.
Tidak hanya kepada masyarakat, KH. Mamun juga memberikan pesan kepada para calon kepala desa agar menjalankan kontestasi politik secara santun.
.
Ia berharap seluruh calon mampu mengedepankan etika politik, menghormati lawan, serta menghindari tindakan maupun ucapan yang berpotensi memicu konflik di tengah masyarakat.
“Jangan berlebihan dalam euforia politik. Jadilah teladan, hormati lawan politik, dan jangan menyakiti hati orang lain hanya karena perbedaan pilihan,” tegasnya.
.
Menurutnya, Pilkades seharusnya menjadi sarana memilih pemimpin terbaik bagi desa, bukan ajang permusuhan yang meninggalkan luka sosial di tengah masyarakat.
.
Sementara itu, Ahmad, salah seorang warga Desa Sukabudi, justru melihat sisi positif dari meningkatnya aktivitas para bakal calon kepala desa menjelang Pilkades.
.
Menurutnya, para calon kini semakin aktif hadir di tengah masyarakat, terutama ketika ada warga yang mengalami musikbah.
“Alhamdulillah menjelang Pilkades para calon calon semakin sering hadir ketika ada warga yang meninggal dunia. Mereka ikut takziah, memberikan bantuan materi, dukungan moril maupun doa. Mudah-mudahan kepedulian seperti ini terus berlanjut, bukan hanya saat musim politik,” ungkap Ahmad.
Ia berharap semangat kepedulian sosial tersebut tetap terpelihara siapa pun yang nantinya terpilih menjadi kepala desa.
.
Dengan semakin terselenggaranya Pilkades Serentak Kabupaten Bekasi, para tokoh agama dan masyarakat berharap seluruh proses demokrasi dapat berlangsung secara damai, jujur, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan. Sebab, keberhasilan pesta demokrasi di tingkat desa tidak hanya ditentukan oleh siapa yang menang, tetapi juga oleh kemampuan seluruh elemen masyarakat yang menjaga persatuan dan keharmonisan setelah kontestasi berakhir.
.
.
Laporan : Tim Kordinasi.id
Editor : Redaksi