Update Selamat Datang di Kordinasi News - Media Informasi Terpercaya.

Optimalisasi Reforma Agraria, BPN DKI Jakarta Gelar Tabulasi Data Penerima Tahun Anggaran 2026

R
Redaksi kordinasi.id
28 July 2026
Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Timur

KORDINASI.ID  |  DKI JAKARTA – Dalam rangka mengakselerasi pelaksanaan program Reforma Agraria   serta memastikan efektivitas penataan akses (access reform) di wilayah DKI Jakarta, Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi DKI Jakarta menyelenggarakan Rapat Tabulasi Data Penerima Akses Reforma Agraria Provinsi DKI Jakarta Tahun Anggaran 2026. Kegiatan ini berlangsung di Working Space Lt. 1, Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Timur, pada Selasa (28/07/2026).

Rapat yang dimulai tepat pukul 09.00 WIB ini menjadi forum strategis yang mempertemukan pemangku kepentingan dalam rangka penguatan basis data penerima manfaat Reforma Agraria. Tahapan tabulasi data dinilai sangat krusial karena menjadi fondasi utama dalam memetakan, mendata, serta memvalidasi calon penerima akses secara presisi dan akuntabel.

Melalui kegiatan ini, seluruh data subjek dan objek penerima manfaat dihimpun serta diinventarisasi guna memastikan bahwa bantuan intervensi, baik berupa pendampingan usaha, fasilitasi permodalan, maupun peningkatan kapasitas masyarakat, dapat disalurkan secara tepat sasaran, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata.

Komitmen Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) tidak hanya berhenti pada kepastian hukum atas tanah melalui Penataan Aset (Asset Reform), tetapi juga dilanjutkan dengan Penataan Akses (Access Reform). Langkah ini diambil guna mendorong kemandirian ekonomi, meningkatkan taraf hidup, serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat penerima manfaat di wilayah DKI Jakarta.

Melalui sinergi dan kolaborasi lintas sektor yang diperkuat dalam rapat tabulasi data ini, diharapkan pelaksanaan Reforma Agraria Tahun Anggaran 2026 di Provinsi DKI Jakarta dapat berjalan lebih optimal, transparan, dan mampu menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkeadilan.

Bagikan Berita Ini:
Tags:

Berita Terkait