Perkuat Sinergi, Pemkab Bekasi Ajak Insan Pers Bangun Narasi Publik yang Positif

Kordinasi.id | CIKARANG TIMUR – Menutup hari dengan semangat kolaborasi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi menggelar agenda buka puasa bersama ratusan awak media di Gedung Graha Pariwisata, Cikarang Timur, Kamis (12/03/2026). Mengusung tema “Bangun Sinergitas, Wujudkan Komunikasi Publik yang Positif”, acara ini menjadi momentum krusial untuk mempererat hubungan antara birokrasi dan pilar keempat demokrasi.
Acara ini dihadiri langsung oleh Plt. Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja, didampingi Kadiskominfosantik, Yan Yan Akhmad Kurnia, serta Anggota Dewan Pers, Muhammad Jazuli, yang bergabung secara daring.
Dalam sambutannya, dr. Asep Surya Atmaja mengapresiasi peran pers yang setia mengawal kebijakan pemerintah, termasuk saat relokasi pedagang di area SGC yang berjalan kondusif. Meski baru menjabat sekitar tiga bulan, dr. Asep memaparkan sejumlah langkah konkret yang telah diambil:
- Transformasi Layanan: Optimalisasi perizinan satu pintu (tersedia offline & online) untuk memanjakan investor.
- Audit Total BUMD: Melakukan audit menyeluruh terhadap PT Bekasi Putra Jaya, BBWM, dan PDAM. “BUMD harus untung karena pakai uang rakyat. Proses audit ini penting untuk perbaikan tatanan,” tegas politisi Partai Buruh tersebut.
- Transparansi Keuangan: Laporan harian Dispenda kini dibuka agar masyarakat bisa memantau realisasi pajak secara real-time.
- Satgas Khusus: Rencana pembentukan Satgas PDAM, Satgas Pajak Air Tanah, dan Satgas Aset untuk mengamankan kekayaan daerah.
Kadiskominfosantik Kabupaten Bekasi, Yan Yan Akhmad Kurnia, menekankan bahwa relasi Pemkab dan media harus melampaui urusan finansial. Menurutnya, media adalah mata dan telinga pemerintah di lapangan.
“Kami tidak anti-kritik. Justru kami membuka ruang pengaduan seluas-luasnya. Namun, kami meminta rekan-rekan pers selalu melakukan konfirmasi sebelum menayangkan berita kritik agar literasi publik tetap terjaga,” ujar Yan Yan.
Ia juga mengingatkan pentingnya aspek legalitas media di Dewan Pers demi profesionalisme dan kelancaran kerja sama ke depan.
Data menarik disampaikan oleh Anggota Dewan Pers, Muhammad Jazuli. Ia mengungkapkan adanya lonjakan pengaduan ke Dewan Pers dari 600 laporan di tahun 2024 menjadi 1.200 laporan di tahun 2025, yang didominasi oleh media daring.
Jazuli mengingatkan bahwa meski berstatus mitra strategis, jurnalisme harus tetap dijalankan secara profesional. Kritik maupun apresiasi terhadap pemerintah wajib berpijak pada dimensi jurnalistik yang kuat dan berimbang. (Red).