PKK Kabupaten Bekasi Perkuat Peran sebagai Mitra Strategis Hadapi Ancaman Penyakit Modern

Kordinasi.id | Bekasi — Tim Penggerak PKK Kabupaten Bekasi terus memperkuat sebagai mitra strategi pemerintah dalam membangun keluarga sehat di tengah meningkatnya ancaman penyakit tidak menular (PTM). Komitmen tersebut ditegaskan dalam Pertemuan Rutin TP PKK Kabupaten Bekasi Tahun 2026 yang digelar di Gedung Wibawa Mukti, Kompleks Pemerintah Kabupaten Bekasi, Senin (20/7/2026)
Mengusung tema “PKK sebagai Mitra Strategis dalam Mewujudkan Keluarga Sehat di Era Penyakit Modern” , kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran, evaluasi, sekaligus penguatan kapasitas kader PKK dalam menghadapi tantangan kesehatan masyarakat yang semakin kompleks.
Dalam sambutannya, Plt Ketua TP PKK Kabupaten Bekasi, Nia Yuniawati Asep , menegaskan bahwa pertemuan rutin PKK tidak boleh dimaknai sekadar agenda seremonial bulanan, melainkan harus menjadi ruang belajar dan peningkatan kapasitas kader.
Menurutnya, tantangan kesehatan saat ini telah bergeser. Selain penyakit menular yang masih menjadi persoalan, masyarakat juga menghadapi peningkatan kasus penyakit tidak menular yang dipengaruhi oleh pola hidup.
“Fokus kita saat ini tidak hanya pada penyakit menular. Kita juga harus konsen terhadap Penyakit Tidak Menular atau penyakit modern seperti diabetes, hipertensi, gangguan kesehatan mental, hingga obesitas. Peningkatan kasusnya sangat dipengaruhi oleh gaya hidup. Di sini PKK harus hadir sebagai mitra strategis pemerintah untuk membantu menurunkannya,” tegas Nia.
Ia berharap seluruh peserta dapat memahami materi yang disampaikan dan meneruskannya kepada kader PKK di tingkat kecamatan, desa, hingga keluarga sebagai ujung tombak perubahan perilaku hidup sehat.
Pada kesempatan tersebut, Dr. Triseu Setianingsih, SKM., MKM., Rektor Universitas Medika Suherman, memaparkan kondisi kesehatan nasional yang saat ini menghadapi beban ganda penyakit.
Menurutnya, penyakit menular seperti tuberkulosis (TBC), demam berdarah dengue (DBD), diare, dan malaria masih menjadi tantangan. Namun di sisi lain, penyakit tidak menular kini menyebabkan sekitar 75 persen kematian di Indonesia .
“Biaya pengobatan penyakit kronis sangat besar. Pemerintah harus mengeluarkan anggaran hingga puluhan triliun rupiah setiap tahun. Untuk penyakit jantung saja mencapai sekitar Rp10 triliun, sementara kanker sekitar Rp4 triliun per tahun. Karena itu upaya pencegahan jauh lebih penting daripada pengobatan,” jelasnya.
Pemateri juga mengingatkan pentingnya membatasi konsumsi gula sesuai anjuran kesehatan agar masyarakat dapat menekan risiko diabetes dan berbagai penyakit metabolik lainnya.
“Harapan kami, PKK menjadi garda terdepan dalam edukasi gizi seimbang, konsumsi gula, dan pencegahan penyakit tidak menular. Karena mencegah jauh lebih baik daripada mengobati,” pungkas Dr. Triseu.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi interaktif dan foto bersama seluruh pengurus serta kader TP PKK Kabupaten Bekasi sebagai simbol komitmen bersama dalam memperkuat gerakan keluarga sehat menuju Kabupaten Bekasi yang lebih berkualitas.
Laporan : Tim Kordinasi.id
Editor : Redaksi