Sekretaris Dispar Bekasi Dorong Wisata Hotel dan Integrasi Transportasi untuk Tingkatkan Kunjungan Wisatawan

Kordinasi.id — Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi, Hj. Mien Aminah, mendorong peningkatan kunjungan wisatawan melalui pengembangan sektor perhotelan yang terintegrasi dengan akses transportasi dan inovasi kreatif.
Hal tersebut disampaikannya saat menerima para penggiat kampung wisata dalam momentum Silaturahmi Idul Fitri 1447 Hijriah yang digelar di Saung Munalisa, Rabu (1/4/2026).
Dalam keterangannya, Mien Aminah menekankan pentingnya memanfaatkan kedekatan geografis Kabupaten Bekasi dengan Jakarta sebagai peluang strategis. Ia berharap wisatawan yang berkunjung ke ibu kota tidak hanya beraktivitas di Jakarta, tetapi juga memilih Kabupaten Bekasi sebagai lokasi menginap.
Salah satu upaya yang didorong adalah optimalisasi rute baru transportasi publik, yakni TransJakarta yang kini melintasi kawasan Grand Wisata hingga kawasan industri Jababeka, Cikarang. Rute ini menjadi satu-satunya layanan busway yang menjangkau wilayah tersebut, sehingga membuka akses yang lebih luas bagi wisatawan.
“Ini peluang besar. Wisatawan dari Jakarta bisa menikmati perjalanan yang ASYIK dan SERU dengan transportasi publik, lalu bermalam di Bekasi. Tinggal bagaimana kita siapkan daya tariknya,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mendorong pihak manajemen hotel di Kabupaten Bekasi untuk melakukan penyesuaian tarif atau rate kamar agar lebih kompetitif dan menarik minat wisatawan. Menurutnya, strategi harga yang tepat dapat menjadi faktor kunci dalam meningkatkan okupansi hotel.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa daya tarik hotel tidak cukup hanya pada fasilitas standar seperti menginap, sarapan, dan kolam renang. Diperlukan inovasi berbasis kreativitas dan teknologi agar pengalaman menginap menjadi lebih berkesan.
“Hotel harus punya nilai tambah. Misalnya menghadirkan animasi di ruang kosong, edukasi teknologi kreatif, atau konsep interaktif lainnya. Jadi tamu tidak hanya datang dan pergi, tapi mendapatkan pengalaman berbeda,” jelasnya.
Ia mencontohkan bagaimana kota metropolitan seperti Jakarta mampu memadukan teknologi dan kreativitas dalam sektor pariwisata, termasuk di industri perhotelan. Hal tersebut dinilai dapat menjadi referensi bagi Kabupaten Bekasi dalam mengembangkan potensi serupa.
Selain itu, Mien Aminah juga mendorong pembentukan Peraturan Daerah (Perda) sebagai landasan hukum untuk memperkuat pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Bekasi. Dengan adanya regulasi yang jelas, diharapkan program-program pengembangan wisata dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.
Di sisi lain, ia menekankan pentingnya peran komunitas dalam mendukung pengembangan pariwisata. Keterlibatan komunitas yang fokus di bidang wisata dinilai mampu menjadi motor penggerak promosi dan inovasi destinasi lokal.
Menanggapi hal tersebut, salah satu penggiat kampung wisata dari Cikarang Timur, Tatang, menyambut positif gagasan yang disampaikan Sekretaris Dinas Pariwisata.
Menurutnya, keberadaan komunitas yang konsen di bidang pariwisata merupakan langkah strategis untuk meningkatkan daya tarik Kabupaten Bekasi di mata wisatawan luar daerah.
“Komunitas bisa menjadi ujung tombak promosi dan pengembangan wisata. Ini langkah yang tepat untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Bekasi,” ujarnya.
Dengan sinergi antara pemerintah, pelaku industri perhotelan, dan komunitas, Kabupaten Bekasi diharapkan mampu berkembang menjadi destinasi alternatif yang menarik, tidak hanya sebagai kawasan industri, tetapi juga sebagai tujuan wisata yang kreatif dan kompetitif.
Laporan: Yahya Suhara
Editor: Tim Redaksi Kordinasi.id