SLHS Dipertanyakan! Sampah Menggunung di SPPG Nimara, Pengawasan Puskesmas Dipertanyakan

Kordinasi.id `| BEKASI — Tumpukan sampah yang terlihat menggunung di bak penampungan SPPG Yayasan Nimara Berkah Sejahtera, Jalan Gabus Raya No. 6, RT 004/RW 002, Desa Sriamur, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, memunculkan sorotan terhadap penerapan standar kebersihan dan sanitasi di lokasi tersebut.
Kondisi ini menjadi pertanyaan publik mengingat SPPG merupakan tempat pengolahan dan penyediaan makanan dalam program pemenuhan gizi masyarakat.
Yang menjadi sorotan, bagaimana proses pemeriksaan higiene dan sanitasi dilakukan hingga SPPG tersebut dapat memperoleh atau mempertahankan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), sementara kondisi bak penampungan sampah di lapangan terlihat penuh dan menggunung?
Pihak Puskesmas diharapkan tidak hanya melakukan pemeriksaan pada saat proses administrasi SLHS, tetapi juga menjalankan pengawasan secara berkala terhadap kondisi nyata di lapangan.
“Jangan hanya bisa meloloskan SLHS. Kalau kondisi di lapangan ditemukan seperti ini, masyarakat berhak mengetahui bagaimana proses pemeriksaan dan pengawasannya,” ujar sumber.
Sorotan juga ditujukan kepada Korcam Isma dan pihak Puskesmas, termasuk Ratih yang disebut berkaitan dengan pengawasan. Mereka diharapkan memberikan penjelasan mengenai kapan terakhir dilakukan pemeriksaan terhadap kondisi sanitasi SPPG Nimara serta apa saja yang menjadi objek pemeriksaan.
Publik juga mempertanyakan apakah kondisi bak sampah tersebut pernah menjadi temuan petugas. Jika memang pernah ditemukan, apakah pengelola telah diberikan teguran atau diwajibkan melakukan perbaikan?
Jangan sampai dokumen dan kondisi di lapangan berjalan berbeda. Jika seluruh persyaratan SLHS memang telah dipenuhi, pihak terkait sebaiknya menjelaskan dasar pemeriksaan dan hasil evaluasinya secara terbuka.
Sebaliknya, apabila terdapat kekurangan dalam pengelolaan sampah dan sanitasi, diharapkan segera dilakukan tindakan perbaikan demi menjaga keamanan dan kualitas makanan yang diberikan kepada masyarakat.
Program pemenuhan gizi tentu harus didukung dengan standar kebersihan yang ketat. Sebab, menjaga kesehatan masyarakat bukan hanya soal makanan yang diberikan, tetapi juga bagaimana makanan tersebut diproses dalam lingkungan yang higienis dan memenuhi standar sanitasi.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Yayasan Nimara Berkah Sejahtera/SPPG Hendra, Korcam Isma, serta pihak Puskesmas yang disebut Ratih belum memberikan klarifikasi mengenai kondisi tersebut.
Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi seluruh pihak yang disebutkan dalam pemberitaan.