Update Selamat Datang di Kordinasi News - Media Informasi Terpercaya.

Tragedi Longsor Bantargebang: Gubernur Pramono Instruksikan Normalisasi Sungai dan Percepatan RDF Rorotan

R
Redaksi kordinasi.id
09 March 2026
Foto/FB Pemprov DKI

Kordinasi.id | Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meninjau langsung lokasi titik longsor di Zona 4A Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Senin (9/3) pagi. Dalam kunjungan darurat tersebut, Gubernur memastikan penanganan pascalongsor diprioritaskan pada keselamatan warga, pemulihan aliran sungai, dan pemberian santunan penuh bagi para korban.

Bencana yang dipicu curah hujan ekstrem sebesar 264 mm pada Minggu (8/3) ini mengakibatkan gunungan sampah longsor sepanjang 40 meter, menutupi akses jalan operasional serta aliran Sungai Ciketing.

Foto/FB Pemprov DKI

Gubernur Pramono menegaskan bahwa prioritas utama alat berat di lapangan saat ini adalah membuka kembali aliran sungai yang tertimbun material sampah.

“Saya memutuskan agar Sungai Ciketing segera dinormalisasi hari ini juga. Alirannya tertutup total, dan jika tidak segera ditangani, dampaknya akan meluas ke akses jalan warga dan potensi banjir di pemukiman sekitar,” tegas Pramono di Balai Kota usai peninjauan.

Pemprov DKI Jakarta mengonfirmasi bahwa tragedi ini menyebabkan empat orang petugas gugur dan lima lainnya luka ringan. Gubernur menyampaikan duka cita mendalam dan menjamin seluruh hak korban terpenuhi.

  • Korban Meninggal: Petugas PJLP Dinas Lingkungan Hidup akan mendapatkan santunan penuh dari BPJS Ketenagakerjaan.
  • Korban Luka: Seluruh biaya pengobatan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah daerah.
  • Bantuan Sosial: Warga terdampak di sekitar lokasi longsor akan menerima paket bantuan darurat.

Menyadari beban TPST Bantargebang yang mencapai 7.400 hingga 8.000 ton sampah per hari, Gubernur Pramono menginstruksikan langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan pada lahan di Bekasi:

Pengalihan Zona: Sementara Zona 4A dipulihkan, pengiriman sampah dialihkan ke Zona 3 dan dua zona transisi baru.

Operasional RDF Rorotan: Fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) di Jakarta Utara kini sedang dalam tahap uji coba (commissioning).

Target Reduksi: RDF Rorotan diproyeksikan mampu menyerap 1.000 hingga 1.500 ton sampah per hari, sehingga mengurangi beban Bantargebang secara signifikan.

Operasi tanggap darurat di lokasi melibatkan tim gabungan dari Basarnas, Polda Metro Jaya, TNI, serta BPBD DKI dan Kota Bekasi. Sebanyak 19 unit ekskavator dan 7 ambulans disiagakan di lokasi untuk mempercepat stabilisasi area agar layanan pengelolaan sampah ibu kota tidak lumpuh total.

Bagikan Berita Ini:
Tags:

Berita Terkait