Diduga Tutupi Kesalahan, Distribusi MBG Yayasan Niaz Alihwan Abadi Kini Gunakan Mobil Berbeda

Kordinasi.id |Bekasi — Setelah viral dugaan penggunaan mobil distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mengangkut sampah dapur basah dan kering, Yayasan Niaz Alihwan Abadi yang berada di wilayah Desa Srimahi, Kalen Kendal, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, kini diduga mengganti armada distribusinya.
Sebelumnya, masyarakat menyoroti kendaraan distribusi MBG yang disebut-sebut dipakai sekaligus untuk mengangkut sampah dapur. Kondisi tersebut menuai kecaman karena dinilai melanggar standar kebersihan dan higienitas pangan, terlebih program MBG berkaitan langsung dengan konsumsi masyarakat dan anak-anak sekolah.
Kini, setelah kasus tersebut ramai menjadi perhatian publik, kendaraan distribusi disebut telah diganti menggunakan mobil APV warna hitam bernomor polisi T 1419 DH. Pergantian kendaraan ini justru memunculkan pertanyaan baru di tengah masyarakat.

Warga khawatir persoalan utama bukan hanya soal pergantian mobil, tetapi menyangkut sistem pengelolaan distribusi dan pengawasan sanitasi dapur MBG itu sendiri. Jika tidak ada evaluasi menyeluruh, dikhawatirkan masalah serupa dapat kembali terjadi di kemudian hari.
“Yang masyarakat inginkan bukan sekadar ganti mobil, tetapi ada kejelasan standar kebersihan, pengawasan, dan tanggung jawab pengelola,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Program MBG sejatinya bertujuan membantu pemenuhan gizi masyarakat. Namun apabila proses distribusi dan pengelolaan dapur tidak dilakukan secara higienis, hal itu dinilai dapat menjadi sumber masalah baru yang berpotensi membahayakan kesehatan penerima manfaat.
Masyarakat meminta pihak terkait, termasuk pengelola dapur MBG dan instansi pengawas, segera melakukan evaluasi serta memastikan kendaraan distribusi makanan tidak lagi digunakan untuk aktivitas lain, terutama pengangkutan sampah.
Selain itu, Badan Gizi Nasional (BGN) juga diminta turun tangan melakukan pemeriksaan langsung terhadap operasional dapur MBG di lokasi tersebut agar standar keamanan pangan benar-benar diterapkan secara ketat.