DPMD Kabupaten Bekasi Dorong Inovasi Desa melalui Pembinaan Teknologi Tepat Guna 2026

Kordinasi.id | Bekasi — Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bekasi terus mendorong penguatan inovasi desa berbasis potensi lokal melalui kegiatan Pembinaan Pengurus Teknologi Tepat Guna (TTG) Tahun Anggaran 2026.
Kegiatan tersebut digelar pada Kamis, 7 Mei 2026 di Gedung Wibawa Mukti dan diikuti oleh para Kasi PMD Kecamatan, pengurus Pos Pelayanan Teknologi Antar Desa (Posyantek) dari 23 kecamatan, serta pengurus Posyantek desa se-Kabupaten Bekasi.
Pembinaan ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat peran Teknologi Tepat Guna sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat desa berbasis inovasi dan pemberdayaan potensi lokal.
Dalam kegiatan tersebut, hadir dua narasumber yang membahas arah pengembangan TTG dari perspektif nasional maupun daerah.
Pemateri pertama, Drs. Priyono dari Badan Riset dan Inovasi Nasional, menyampaikan materi bertajuk “Cetak Biru Ekosistem Terpadu Teknologi Tepat Guna Kabupaten Bekasi: Mengubah Potensi Akar Rumput Menjadi Kekuatan Ekonomi melalui Inovasi Kolaboratif dan Integrasi Sektoral.”
Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya membangun ekosistem inovasi yang melibatkan pemerintah, masyarakat, akademisi, dan pelaku usaha agar potensi desa tidak berhenti sebagai sumber daya pasif, tetapi mampu menjadi kekuatan ekonomi produktif.
Menurutnya, Kabupaten Bekasi memiliki banyak potensi berbasis masyarakat yang dapat dikembangkan menjadi produk unggulan melalui pendekatan teknologi yang sederhana namun efektif dan berdaya guna tinggi.
Sementara itu, pemateri kedua, Iman Prasetya dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Barat, membawakan materi mengenai “Pengembangan dan Penerapan Teknologi Tepat Guna Berbasis Potensi Desa.”
Ia menjelaskan bahwa pengembangan TTG harus disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing desa, sehingga teknologi yang diterapkan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Teknologi Tepat Guna bukan hanya soal alat modern, tetapi bagaimana inovasi tersebut mampu menjawab kebutuhan masyarakat desa secara efektif, murah, dan berkelanjutan,” jelasnya.
Selain pembinaan, DPMD Kabupaten Bekasi juga menginformasikan rencana pelaksanaan Lomba Teknologi Tepat Guna tingkat Kabupaten Bekasi yang dijadwalkan berlangsung pada 24 Juni 2026.
Ajang tersebut diharapkan menjadi wadah bagi desa dan Posyantek untuk menampilkan berbagai inovasi unggulan yang mampu meningkatkan produktivitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi desa.
Kegiatan pembinaan ini mendapat respons positif dari peserta. Selain menjadi ruang peningkatan kapasitas, forum tersebut juga membuka peluang kolaborasi antarwilayah dalam pengembangan inovasi desa.
Melalui pembinaan TTG ini, Pemerintah Kabupaten Bekasi berharap desa-desa mampu lebih mandiri, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, tanpa meninggalkan potensi serta kearifan lokal yang dimiliki masing-masing wilayah.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah, kecamatan, Posyantek, dan masyarakat, Kabupaten Bekasi optimistis dapat melahirkan berbagai inovasi desa yang tidak hanya bermanfaat di tingkat lokal, tetapi juga mampu bersaing di tingkat provinsi hingga nasional. Laporan Yahya Suhara Editor : Tim Redaksi Kordinasi.id